(Kami kelelahan menempuh perjalanan yang sangat panjang. untuk menghilangkan penat, kami menikmati buah Durian yang sangaaaatttttttt leeeeeeezzzzzzzaaaaaaaattttt)
SAHABAT saya, Muchlis Ramlan, yang juga Financial and Administration Director ICON memberikan kabar melalui Send Message Service (SMS), bahwa Hari Selasa (15 Januari 2008), ICON institute dinanti Walikota Balikpapan (Imdad Hamid) dan esoknya (16 Januari) ditunggu Bupati Paser (HM Ridwan Suwidi).
Pertemuan antara ICON Institute dengan petinggi di dua (2) kota itu, merupakan bagian dari program ICON yang me-road show ke tokoh publik guna berdiskusi dan (akan) di dokumentasikan dalam sebuah buku.
Dari agenda yang di-schedulle Sahabat Muchlis, ternyata beberapa Sahabat tidak bisa turut serta. Sahabat Andi Harun (Exsekutive Dircektor ICON) misalnya, karena kesibukan sebagai pejabat negara serta Wakil Rakyat menyatakan maaf karena tidak bisa menyertai pertemuan ICON dengan tokoh-tokoh itu. Begitu juga dengan Sahabat Andi Ade Lepu F (Riset Director ICON) juga tak bisa ikut. “Maaf ya Dinda, kita juga butuh urusi kebutuhan rumah. Tapi tenang saja, kalau urusan kelar, saya pasti susul,” kilah Bang Andi Ade.
Sementara Sahabat Mulyadi (Networking Director) yang dikenal sibuk diinternal ICON, juga tidak bisa menyertai, karena bertugas sebagai anggota tim penyeleksi Panwas Pilgub mewakili Rektor Universitas Mulawarman. Maklum, sahabat Mulyadi dikenal di kalangan internal ICON sebagai Rektor Unmul secara de facto.
Tak kalah super sibuknya, sahabat saya yang juga tidak bisa menyertai kami ke dua kota itu yakni, Sahabat Mulia Raharja. “Saya sedang mengawal Ulama dari Libanon dan Wakil Syuriah PBNU, DR H Said Agil Sirad bos. Ada acara Tariqoh. Soalnya, kalau tidak ada saya, acaranya bisa gagal bos,” akunya. “Waduh… melebihi gubernur Kaltim ini orang,” kata saya membathin.
Kendati beberapa ‘orang penting’ ICON tidak bisa menyertai perjalanan kami road show, tapi kami berangkat juga. Karena sudah terlanjur janji.
Tepat pukul 18.00 Wita, akhirnya saya bersama Muchalis didampingi Kiki (Gadis yang menjadi Asisten prbadi Sahabat Abrianto Amins – Deputy Exsekutive Director yang diangkat tak langsung menjadi notulis ICON dalam setiap pertemuan) menuju Balikpapan.
Karena esok harinya dijadwalkan bertemu dengan Walikota Balikpapan plus menjemput Sahabat Abrianto. Karena beliau sedang berada di Jakarta bertemu Mendagri untuk membahas RTRW Kaltim.
Perjalanan dengan jarak 114 KM dari Samarinda ke Balikpapan banyak cerita dan angan-angan yang kami bahas bersama. Mulai khayalan ICON akan menjadi lembaga yang besar dan serta menjadi rujukan lembaga lain di Kaltim, bahkan Nasional, hingga pada persoalan ‘babinian’. Yang jelas, dari cerita ngalor ngidul itu, kita semua punya keinginan yang sama, yakni membesarkan ICON sebagai sebuah lembaga.
Tak terasa perut mulai ‘bernyanyi’ tanda harus segera diisi. Maklum perut orang Indonesia yang sulit diajak kompromi. Karena perjalanan masih kurang 60-an KM, kami pun singgah di Rumah Makan Tahu Sumedang – hehehehe… bukan promisi – sekadar untuk mengganjal perut. Kami pun memesan tiga porsi ayam kampung goreng kremes dan 2 porsi tahu sumedang. Setelah kenyang, kamipun ‘cabut’ ke Balikpapan. Akhirnya, kami pun sampai ke Balikpapan tepat pukul 20.45 Wita. ***
Pertemuan antara ICON Institute dengan petinggi di dua (2) kota itu, merupakan bagian dari program ICON yang me-road show ke tokoh publik guna berdiskusi dan (akan) di dokumentasikan dalam sebuah buku.
Dari agenda yang di-schedulle Sahabat Muchlis, ternyata beberapa Sahabat tidak bisa turut serta. Sahabat Andi Harun (Exsekutive Dircektor ICON) misalnya, karena kesibukan sebagai pejabat negara serta Wakil Rakyat menyatakan maaf karena tidak bisa menyertai pertemuan ICON dengan tokoh-tokoh itu. Begitu juga dengan Sahabat Andi Ade Lepu F (Riset Director ICON) juga tak bisa ikut. “Maaf ya Dinda, kita juga butuh urusi kebutuhan rumah. Tapi tenang saja, kalau urusan kelar, saya pasti susul,” kilah Bang Andi Ade.
Sementara Sahabat Mulyadi (Networking Director) yang dikenal sibuk diinternal ICON, juga tidak bisa menyertai, karena bertugas sebagai anggota tim penyeleksi Panwas Pilgub mewakili Rektor Universitas Mulawarman. Maklum, sahabat Mulyadi dikenal di kalangan internal ICON sebagai Rektor Unmul secara de facto.
Tak kalah super sibuknya, sahabat saya yang juga tidak bisa menyertai kami ke dua kota itu yakni, Sahabat Mulia Raharja. “Saya sedang mengawal Ulama dari Libanon dan Wakil Syuriah PBNU, DR H Said Agil Sirad bos. Ada acara Tariqoh. Soalnya, kalau tidak ada saya, acaranya bisa gagal bos,” akunya. “Waduh… melebihi gubernur Kaltim ini orang,” kata saya membathin.
Kendati beberapa ‘orang penting’ ICON tidak bisa menyertai perjalanan kami road show, tapi kami berangkat juga. Karena sudah terlanjur janji.
Tepat pukul 18.00 Wita, akhirnya saya bersama Muchalis didampingi Kiki (Gadis yang menjadi Asisten prbadi Sahabat Abrianto Amins – Deputy Exsekutive Director yang diangkat tak langsung menjadi notulis ICON dalam setiap pertemuan) menuju Balikpapan.
Karena esok harinya dijadwalkan bertemu dengan Walikota Balikpapan plus menjemput Sahabat Abrianto. Karena beliau sedang berada di Jakarta bertemu Mendagri untuk membahas RTRW Kaltim.
Perjalanan dengan jarak 114 KM dari Samarinda ke Balikpapan banyak cerita dan angan-angan yang kami bahas bersama. Mulai khayalan ICON akan menjadi lembaga yang besar dan serta menjadi rujukan lembaga lain di Kaltim, bahkan Nasional, hingga pada persoalan ‘babinian’. Yang jelas, dari cerita ngalor ngidul itu, kita semua punya keinginan yang sama, yakni membesarkan ICON sebagai sebuah lembaga.
Tak terasa perut mulai ‘bernyanyi’ tanda harus segera diisi. Maklum perut orang Indonesia yang sulit diajak kompromi. Karena perjalanan masih kurang 60-an KM, kami pun singgah di Rumah Makan Tahu Sumedang – hehehehe… bukan promisi – sekadar untuk mengganjal perut. Kami pun memesan tiga porsi ayam kampung goreng kremes dan 2 porsi tahu sumedang. Setelah kenyang, kamipun ‘cabut’ ke Balikpapan. Akhirnya, kami pun sampai ke Balikpapan tepat pukul 20.45 Wita. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar