
Baru ini yang (masih) bisa kami lakukan...
Entah, apakah hal ini bisa di klaim sebuah kerja nyata -- dan besar -- menuju sebuah perubahan paradigma politik lokal...???
SENTRUM PERUBAHAN dan PERADABAN
Membaca wirid hening
Dalam hitungan
Renyai hujan
Dan manik-manik
Keringat dinginku
Angin mendesirkan
Tasbih bersama
Pucuk-pucuk pohon
Di mulut poriporiku
Sesekali kilat
Memucatkan rumput-rumput
Mencuatkan lidah-lidah laut
Dalam gemuruh
Tahmid bersama
Khaufrajaku
Sementara petir
Dan guruh bergantian
Meneriakkan takbir
Dari puncak diamku
Langit memimpin
Dzikir malam
Di bumi kelam
Gelisahku
(Disadur dari Gus Mus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar